Tata Cara Pembuatan Cake

Tata Cara Pembuatan Cake

87 out of 100 based on 25489 user ratings
45 juta s/d 2.5 milyar listing 2017
Tata Cara Pembuatan Cake Tata Cara Pembuatan Cake Tata Cara Pembuatan Cake, Cetakan/Loyang : Pakailah cetakan/loyang dengan ukuran sesuai petunjuk resep. Ukur lebih dahulu lebar dan dalam cetakan/loyang. Jika loyang terlalu besar/lebar cake akan pucat, rata dan menyusut. Sebaliknya jika terlalu kecil atau pendek, cake akan luber dan bentuknya jelek. Cetakan/loyang yang terbuat dari logam akan memberi hasil lebih baik. Logam memantulkan panas dari cake sehingga cake menjadi lembut dan kuning kecoklatan permukaannya. Jangan mengisi loyang dengan adonan lebih dari setengah penuh. Jika memakai loyang bentuk hati, lonceng dan lain-lain, ukur isi loyang dengan mengisinya dengan air. Takar air tersebut dan pakai setengah dari takaran itu untuk takaran adonan. Jika memakai shortening, letakkan loyang di tengah oven. Usahakan jarak minimal 1 inci dengan dinding oven. Menyiapkan cetakan/Loyang : Jika cake memakai shortening, poles bagian dalam loyang dengan shortening (jangan dengan mentega, margarine atau minyak) kemudian taburi dengan tepung sambil diketuk-ketuk sehingga tepung yang tersisa rontok. Untuk angel cake dan chiffon cake, jangan mengolesi loyang dengan shortening dan terigu. Adonan akan melekat ke sisi loyang dan tidak dapat mengembang dengan baik. Untuk fruit cake, batasi loyang dengan aluminium foil atau kertas minyak. Sisakan sebagian di pinggir sehingga mudah untuk memindah bila cake dingin. Jika bermaksud menyimpan cake tersebut, sisakan aluminium foil agak lebar di sisi loyang sehingga dapat dipakai untuk membungkus cake tersebut. Oven : Panaskan oven lebih dahulu sampai mencapai suhu yang disarankan resep. Karena itu nyalakan oven 15 menit sebelum dipakai. Temperatur tiap oven berlainan karena itu sebaiknya menyesuaikan lebih dahulu. Yang terbaik jika menempatkan thermometer pada oven. Sedikit yang perlu diketahui tentang oven : Aturlah rak-rak di dalam oven sebelum dipanaskan. Oven harus dalam keadaan bersih. Oven gas harus dirawat dengan baik. Jika sumbu tersumbat, panas dalam oven tidak merata. Gunakan cetakan/loyang yang pas sesuai ukurannya dengan besar oven. Ketika memasukkan dalam oven, tempatkan cake dengan benar. Cake akan susut apabila setengah matang digeser/dipindahkan. Jika terpaksa harus 'mengintip' bukalah pintu oven ketika cake 3/4 matang. Buka dan tutup pintu oven pelan-pelan dan hati-hati, getaran yang keras dapat menyebabkan cake tidak sempurna. Mengecek kematangan cake : Mudah untuk mengecek kematangan cake yang kecil karena cake akan mengembang, kuning kecoklatan. Untuk cake yang besar agak sukar, karena Bering kelihatan sudah matang tetapi bagian bawah masih lembab dan tenggelam. Hal ini menunjukkan cake perlu dipanggang lebih lama. Lamanya waktu untuk memanggang yang dinyatakan resep mungkin benar tetapi harus disesuaikan lagi dengan ukuran loyang yang dipakai. Oleh karena itu harus dibuat patokan waktu sendiri. Memotong cake : Pakailah pisau yang tajam, panjang bergerigi dan pipih. Menyimpan cake : Dinginkan cake terlebih dahulu sebelum disimpan. Jika cake dibungkus ketika masih hangat, cake akan menjadi keras. Bungkus cake dengan aluminium foil, plastik atau kertas minyak secara longgar. Cake yang dilapisi dengan whipped cream, keju dan gula harus disimpan dalam lemari es.

Tata Cara Pembuatan Cake

Cetakan/Loyang : Pakailah cetakan/loyang dengan ukuran sesuai petunjuk resep. Ukur lebih dahulu lebar dan dalam cetakan/loyang. Jika loyang terlalu besar/lebar cake akan pucat, rata dan menyusut. Sebaliknya jika terlalu kecil atau pendek, cake akan luber dan bentuknya jelek. Cetakan/loyang yang terbuat dari logam akan memberi hasil lebih baik. Logam memantulkan panas dari cake sehingga cake menjadi lembut dan kuning kecoklatan permukaannya. Jangan mengisi loyang dengan adonan lebih dari setengah penuh. Jika memakai loyang bentuk hati, lonceng dan lain-lain, ukur isi loyang dengan mengisinya dengan air. Takar air tersebut dan pakai setengah dari takaran itu untuk takaran adonan. Jika memakai shortening, letakkan loyang di tengah oven. Usahakan jarak minimal 1 inci dengan dinding oven. Menyiapkan cetakan/Loyang : Jika cake memakai shortening, poles bagian dalam loyang dengan shortening (jangan dengan mentega, margarine atau minyak) kemudian taburi dengan tepung sambil diketuk-ketuk sehingga tepung yang tersisa rontok. Untuk angel cake dan chiffon cake, jangan mengolesi loyang dengan shortening dan terigu. Adonan akan melekat ke sisi loyang dan tidak dapat mengembang dengan baik. Untuk fruit cake, batasi loyang dengan aluminium foil atau kertas minyak. Sisakan sebagian di pinggir sehingga mudah untuk memindah bila cake dingin. Jika bermaksud menyimpan cake tersebut, sisakan aluminium foil agak lebar di sisi loyang sehingga dapat dipakai untuk membungkus cake tersebut. Oven : Panaskan oven lebih dahulu sampai mencapai suhu yang disarankan resep. Karena itu nyalakan oven 15 menit sebelum dipakai. Temperatur tiap oven berlainan karena itu sebaiknya menyesuaikan lebih dahulu. Yang terbaik jika menempatkan thermometer pada oven. Sedikit yang perlu diketahui tentang oven : Aturlah rak-rak di dalam oven sebelum dipanaskan. Oven harus dalam keadaan bersih. Oven gas harus dirawat dengan baik. Jika sumbu tersumbat, panas dalam oven tidak merata. Gunakan cetakan/loyang yang pas sesuai ukurannya dengan besar oven. Ketika memasukkan dalam oven, tempatkan cake dengan benar. Cake akan susut apabila setengah matang digeser/dipindahkan. Jika terpaksa harus 'mengintip' bukalah pintu oven ketika cake 3/4 matang. Buka dan tutup pintu oven pelan-pelan dan hati-hati, getaran yang keras dapat menyebabkan cake tidak sempurna. Mengecek kematangan cake : Mudah untuk mengecek kematangan cake yang kecil karena cake akan mengembang, kuning kecoklatan. Untuk cake yang besar agak sukar, karena Bering kelihatan sudah matang tetapi bagian bawah masih lembab dan tenggelam. Hal ini menunjukkan cake perlu dipanggang lebih lama. Lamanya waktu untuk memanggang yang dinyatakan resep mungkin benar tetapi harus disesuaikan lagi dengan ukuran loyang yang dipakai. Oleh karena itu harus dibuat patokan waktu sendiri. Memotong cake : Pakailah pisau yang tajam, panjang bergerigi dan pipih. Menyimpan cake : Dinginkan cake terlebih dahulu sebelum disimpan. Jika cake dibungkus ketika masih hangat, cake akan menjadi keras. Bungkus cake dengan aluminium foil, plastik atau kertas minyak secara longgar. Cake yang dilapisi dengan whipped cream, keju dan gula harus disimpan dalam lemari es. cake, cara pembuatan cake, membuat cake, pembuat cake, pembuatan cake, tata cara pembuatan cake, tips cake, tips membuat cake, resep masakan, resep jajanan, resep minuman, resep kue, bumbuku, gizi, tips dan trik, masakan indonesia, masakan asia, masakan eropa, masakan amerika
Senin, 25 09 2017

Tata Cara Pembuatan Cake

Kategori Artikel : Tips

agar-bumbu

Tata Cara Pembuatan Cake

Cetakan/Loyang : Pakailah cetakan/loyang dengan ukuran sesuai petunjuk resep. Ukur lebih dahulu lebar dan dalam cetakan/loyang. Jika loyang terlalu besar/lebar cake akan pucat, rata dan menyusut. Sebaliknya jika terlalu kecil atau pendek, cake akan luber dan bentuknya jelek.

Cetakan/loyang yang terbuat dari logam akan memberi hasil lebih baik. Logam memantulkan panas dari cake sehingga cake menjadi lembut dan kuning kecoklatan permukaannya. Jangan mengisi loyang dengan adonan lebih dari setengah penuh. Jika memakai loyang bentuk hati, lonceng dan lain-lain, ukur isi loyang dengan mengisinya dengan air. Takar air tersebut dan pakai setengah dari takaran itu untuk takaran adonan.
Jika memakai shortening, letakkan loyang di tengah oven. Usahakan jarak minimal 1 inci dengan dinding oven.

Menyiapkan cetakan/Loyang : Jika cake memakai shortening, poles bagian dalam loyang dengan shortening (jangan dengan mentega, margarine atau minyak) kemudian taburi dengan tepung sambil diketuk-ketuk sehingga tepung yang tersisa rontok.
Untuk angel cake dan chiffon cake, jangan mengolesi loyang dengan shortening dan terigu. Adonan akan melekat ke sisi loyang dan tidak dapat mengembang dengan baik. Untuk fruit cake, batasi loyang dengan aluminium foil atau kertas minyak. Sisakan sebagian di pinggir sehingga mudah untuk memindah bila cake dingin. Jika bermaksud menyimpan cake tersebut, sisakan aluminium foil agak lebar di sisi loyang sehingga dapat dipakai untuk membungkus cake tersebut.

Oven : Panaskan oven lebih dahulu sampai mencapai suhu yang disarankan resep. Karena itu nyalakan oven 15 menit sebelum dipakai. Temperatur tiap oven berlainan karena itu sebaiknya menyesuaikan lebih dahulu. Yang terbaik jika menempatkan thermometer pada oven.

Sedikit yang perlu diketahui tentang oven : Aturlah rak-rak di dalam oven sebelum dipanaskan. Oven harus dalam keadaan bersih. Oven gas harus dirawat dengan baik. Jika sumbu tersumbat, panas dalam oven tidak merata.

Gunakan cetakan/loyang yang pas sesuai ukurannya dengan besar oven. Ketika memasukkan dalam oven, tempatkan cake dengan benar. Cake akan susut apabila setengah matang digeser/dipindahkan. Jika terpaksa harus ‘mengintip’ bukalah pintu oven ketika cake 3/4┬ámatang. Buka dan tutup pintu oven pelan-pelan dan hati-hati, getaran yang keras dapat menyebabkan cake tidak sempurna.

Mengecek kematangan cake : Mudah untuk mengecek kematangan cake yang kecil karena cake akan mengembang, kuning kecoklatan. Untuk cake yang besar agak sukar, karena Bering kelihatan sudah matang tetapi bagian bawah masih lembab dan tenggelam. Hal ini menunjukkan cake perlu dipanggang lebih lama. Lamanya waktu untuk memanggang yang dinyatakan resep mungkin benar tetapi harus disesuaikan lagi dengan ukuran loyang yang dipakai. Oleh karena itu harus dibuat patokan waktu sendiri.

Memotong cake : Pakailah pisau yang tajam, panjang bergerigi dan pipih.

Menyimpan cake : Dinginkan cake terlebih dahulu sebelum disimpan. Jika cake dibungkus ketika masih hangat, cake akan menjadi keras. Bungkus cake dengan aluminium foil, plastik atau kertas minyak secara longgar. Cake yang dilapisi dengan whipped cream, keju dan gula harus disimpan dalam lemari es.