Tips Agar Wafel dan Pukis Lebih Lembut

Tips Agar Wafel dan Pukis Lebih Lembut

87 out of 100 based on 25489 user ratings
45 juta s/d 2.5 milyar listing 2017
Tips Agar Wafel dan Pukis Lebih Lembut Tips Agar Wafel dan Pukis Lebih Lembut Tips Agar Wafel dan Pukis Lebih Lembut, Bahan Baku Berkualitas. Penggunaan tepung tidak boleh dalam keadaan lembab dan harus kering. Penggunaan baking powder atau baking soda juga harus dalam kualitas baik. Gunakan Santan Asli. Akan lebih jika Anda memakai santan asli dibandingkan santan instan. Tuang Sedikit-Sedikit. Saat Anda memasukkan tepung dalam adonan, lakukan sedikit demi sedikit agar adonan tidak menggumpal. Jika perlu, saring kembali adonan agar tidak ada gumpalan kecil. Diamkan Adonan. Adonan wafel dan pukis sama-sama harus didiamkan terlebih dahulu sebelum dicetak. Tutup adonan dengan kain bersih selama minimal satu jam. Beri Ampas Kelapa. Agar kue tidak lengket saat dicetak, olesi loyang dengan bekas parutan kelapa. Biarkan sebentar lalu angkat ampas kelapa. Panaskan Cetakan. Panaskan cetakan dengan api sedang selama 10 – 15 menit. Untuk mengetes apakah cetakan sudah panas, beri sedikit adonan. Jika sudah mengeluarkan suara mendesis, berarti cetakan sudah siap dipakai. Pakai Api Sedang. Agar adonan tidak cepat gosong atau tidak matang di bagian dalam, gunakan api sedang yang rata. Tutup Cetakan. Agar kue lebih matang merata, tutup adonan. Hal ini juga akan mempercepat proses pematangan adonan di bagian atas.

Tips Agar Wafel dan Pukis Lebih Lembut

    1. Bahan Baku Berkualitas. Penggunaan tepung tidak boleh dalam keadaan lembab dan harus kering. Penggunaan baking powder atau baking soda juga harus dalam kualitas baik.
    2. Gunakan Santan Asli. Akan lebih jika Anda memakai santan asli dibandingkan santan instan.
    3. Tuang Sedikit-Sedikit. Saat Anda memasukkan tepung dalam adonan, lakukan sedikit demi sedikit agar adonan tidak menggumpal. Jika perlu, saring kembali adonan agar tidak ada gumpalan kecil.
    4. Diamkan Adonan. Adonan wafel dan pukis sama-sama harus didiamkan terlebih dahulu sebelum dicetak. Tutup adonan dengan kain bersih selama minimal satu jam.
    5. Beri Ampas Kelapa. Agar kue tidak lengket saat dicetak, olesi loyang dengan bekas parutan kelapa. Biarkan sebentar lalu angkat ampas kelapa.
    6. Panaskan Cetakan. Panaskan cetakan dengan api sedang selama 10 - 15 menit. Untuk mengetes apakah cetakan sudah panas, beri sedikit adonan. Jika sudah mengeluarkan suara mendesis, berarti cetakan sudah siap dipakai.
    7. Pakai Api Sedang. Agar adonan tidak cepat gosong atau tidak matang di bagian dalam, gunakan api sedang yang rata.
    8. Tutup Cetakan. Agar kue lebih matang merata, tutup adonan. Hal ini juga akan mempercepat proses pematangan adonan di bagian atas.
pukis lembut, tips agar wafel dan pukis lebih lembut, tips agar wafel lembut, tips pukis lebih lembut, wafel lembut, resep masakan, resep jajanan, resep minuman, resep kue, bumbuku, gizi, tips dan trik, masakan indonesia, masakan asia, masakan eropa, masakan amerika
Kamis, 24 08 2017

Tips Agar Wafel dan Pukis Lebih Lembut

Kategori Artikel : Tips

membasmi-kecoa

Tips Agar Wafel dan Pukis Lebih Lembut

    1. Bahan Baku Berkualitas. Penggunaan tepung tidak boleh dalam keadaan lembab dan harus kering. Penggunaan baking powder atau baking soda juga harus dalam kualitas baik.
    2. Gunakan Santan Asli. Akan lebih jika Anda memakai santan asli dibandingkan santan instan.
    3. Tuang Sedikit-Sedikit. Saat Anda memasukkan tepung dalam adonan, lakukan sedikit demi sedikit agar adonan tidak menggumpal. Jika perlu, saring kembali adonan agar tidak ada gumpalan kecil.
    4. Diamkan Adonan. Adonan wafel dan pukis sama-sama harus didiamkan terlebih dahulu sebelum dicetak. Tutup adonan dengan kain bersih selama minimal satu jam.
    5. Beri Ampas Kelapa. Agar kue tidak lengket saat dicetak, olesi loyang dengan bekas parutan kelapa. Biarkan sebentar lalu angkat ampas kelapa.
    6. Panaskan Cetakan. Panaskan cetakan dengan api sedang selama 10 – 15 menit. Untuk mengetes apakah cetakan sudah panas, beri sedikit adonan. Jika sudah mengeluarkan suara mendesis, berarti cetakan sudah siap dipakai.
    7. Pakai Api Sedang. Agar adonan tidak cepat gosong atau tidak matang di bagian dalam, gunakan api sedang yang rata.
    8. Tutup Cetakan. Agar kue lebih matang merata, tutup adonan. Hal ini juga akan mempercepat proses pematangan adonan di bagian atas.